Tampilkan postingan dengan label Berita Film. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Berita Film. Tampilkan semua postingan


5 REKOMENDASI FILM TAHUN 2025


1. Mission: Impossible – The Final Reckoning


  • Genre: Aksi, Thriller
  • Sutradara: Christopher McQuarrie
  • Pemeran Utama: Tom Cruise, Hayley Atwell, Vanessa Kirby 
  • Tanggal Rilis: 23 Mei 2025

Sinopsis & Ulasan:

Film kedelapan dalam waralaba Mission: Impossible ini menampilkan Ethan Hunt (Tom Cruise) dalam misi terakhirnya melawan ancaman AI yang mengacaukan dunia digital. Dengan aksi menegangkan dan nostalgia dari film pertama tahun 1996, film ini mendapat pujian kritikus dan dianggap sebagai puncak dari perjalanan Ethan Hunt.


2. Sinners


  • Genre: Horor, Drama, Southern Gothic
  • Sutradara: Ryan Coogler
  • Pemeran Utama: Michael B. Jordan, Wunmi Mosaku
  • Tanggal Rilis: 18 April 2025

Sinopsis & Ulasan:

Film ini mengisahkan dua bersaudara yang kembali ke kampung halaman mereka dan menghadapi kekuatan jahat yang mengancam komunitas mereka. Dengan nuansa horor selatan yang kental, Sinners dipuji sebagai karya terbaik Coogler dan Jordan, dengan rating 98% di Rotten Tomatoes.

3. Companion


  • Genre: Thriller, Sci-Fi
  • Pemeran Utama: Sophie Thatcher, Jack Quaid
  • Platform: Streaming di Max

Sinopsis & Ulasan:

Iris dan Josh adalah pasangan yang menghadapi kenyataan pahit setelah insiden traumatis selama liburan. Film ini mengeksplorasi dinamika hubungan dan rahasia gelap yang terungkap, dengan alur cerita yang penuh kejutan dan ketegangan.


4. Blue Moon


  • Genre: Drama, Biografi, Musikal
  • Sutradara: Richard Linklater
  • Pemeran Utama: Ethan Hawke, Margaret Qualley, Andrew Scott
  • Tanggal Rilis: 17 Oktober 2025 (rilis terbatas), 24 Oktober 2025 (rilis luas)

Sinopsis & Ulasan:

Film biografi ini menceritakan kehidupan penulis lagu Lorenz Hart, menyoroti perjuangannya dalam industri musik dan kehidupan pribadi. Dengan penampilan memukau dari Andrew Scott yang memenangkan Silver Bear di Berlinale, Blue Moon mendapat rating 96% di Rotten Tomatoes.

5. Final Destination: Bloodlines


  • Genre: Horor, Supernatural
  • Sutradara: Zach Lipovsky, Adam Stein
  • Pemeran Utama: Kaitlyn Santa Juana, Tony Todd
  • Tanggal Rilis: 16 Mei 2025

Sinopsis & Ulasan:

Sebagai film keenam dalam waralaba Final Destination, Bloodlines mengikuti seorang mahasiswa yang mengalami premonisi tentang kematian dan berusaha menyelamatkan keluarganya. Film ini mendapat pujian sebagai entri terbaik dalam seri, dengan adegan kematian yang kreatif dan menegangkan.



Semoga rekomendasi ini membantu kalian menemukan film-film menarik untuk ditonton sepanjang tahun 2025!







 

Sinopsis Marvel Thunderbolts 2025


Film Thunderbolts (2025) merupakan bagian dari fase kelima Marvel Cinematic Universe (MCU) yang menghadirkan pendekatan berbeda dengan menyoroti tim antihero yang kompleks secara emosional. Disutradarai oleh Jake Schreier, film ini menampilkan karakter-karakter yang sebelumnya muncul di berbagai film dan serial MCU, seperti Yelena Belova, Bucky Barnes, Red Guardian, Ghost, Taskmaster, dan John Walker.



Sinopsis Lengkap

Cerita dimulai dengan Yelena Belova (Florence Pugh) yang menjalankan misi rahasia di Malaysia atas perintah Valentina Allegra de Fontaine (Julia Louis-Dreyfus), direktur CIA yang terlibat dalam proyek manusia super bernama "Sentry" milik Grup O.X.E. Misi ini bertujuan untuk menghancurkan bukti keterlibatan de Fontaine dalam proyek tersebut.

Namun, Yelena segera menyadari bahwa dia dan rekan-rekannya—John Walker (Wyatt Russell), Ava Starr/Ghost (Hannah John-Kamen), dan Antonia Dreykov/Taskmaster (Olga Kurylenko)—telah dijebak untuk dihabisi bersama bukti-bukti yang memberatkan de Fontaine. Dalam konfrontasi mematikan di fasilitas rahasia O.X.E., Taskmaster tewas, sementara mereka menemukan seorang pria misterius bernama Bob (Lewis Pullman), yang ternyata adalah Sentry, manusia super dengan kekuatan luar biasa.

Setelah berhasil melarikan diri dari jebakan tersebut, kelompok ini menyadari bahwa mereka harus bekerja sama untuk menghadapi ancaman yang lebih besar, termasuk menghadapi de Fontaine yang kini menjadi musuh mereka. Mereka juga harus menghadapi masa lalu kelam masing-masing dan menemukan makna baru dalam kerja sama yang tak terduga.


Poin-Poin Penting

  • Transformasi Tim: Film ini menyoroti transformasi sekelompok individu dengan masa lalu kelam menjadi tim yang solid, meskipun awalnya dipaksa bekerja sama.

  • Pendekatan Emosional: Berbeda dari film MCU sebelumnya, Thunderbolts lebih menekankan pada konflik internal dan trauma karakter, seperti depresi dan kesepian yang dialami oleh para tokohnya.

  • Rebranding sebagai "The New Avengers": Di akhir film, tim Thunderbolts direbranding sebagai "The New Avengers", menandakan peran penting mereka dalam kelanjutan MCU.

  • Penampilan Sentry: Karakter Bob/Sentry diperkenalkan sebagai manusia super dengan kekuatan luar biasa, yang akan memiliki peran penting dalam film-film MCU mendatang.


🎬 Ulasan dan Respons

Thunderbolts mendapatkan respons positif dari kritikus dan penonton. Di Rotten Tomatoes, film ini meraih skor 88% dari kritikus dan 94% dari penonton, sementara di Metacritic mendapatkan skor 68/100. Penonton juga memberikan nilai rata-rata "A–" di CinemaScore.

Kritikus dari RogerEbert.com menyebut film ini sebagai "perpaduan efektif antara tentara bayaran yang tidak cocok dan psikologi populer", dengan penekanan pada akting yang kuat dan akhir yang emosional. Namun, beberapa kritik diarahkan pada bagian awal film yang dianggap lemah dan kurangnya pengembangan karakter tertentu, seperti Ghost.


📊 Kesuksesan Box Office

Hingga pertengahan Mei 2025, Thunderbolts telah meraup pendapatan sebesar $280 juta secara global, menjadikannya film terlaris keenam tahun ini. Pendapatan ini menunjukkan bahwa pendekatan baru Marvel dalam mengeksplorasi sisi emosional dan kompleksitas karakter berhasil menarik minat penonton.


🧠 Kesimpulan

Thunderbolts menawarkan nuansa segar dalam dunia MCU dengan fokus pada karakter-karakter antihero yang kompleks dan pendekatan emosional yang mendalam. Dengan penampilan akting yang kuat, terutama dari Florence Pugh sebagai Yelena Belova, dan pengenalan karakter baru seperti Sentry, film ini berhasil memberikan pengalaman yang berbeda dari film-film Marvel sebelumnya. Meskipun memiliki beberapa kelemahan, Thunderbolts layak ditonton bagi penggemar MCU yang mencari sesuatu yang lebih dari sekadar aksi dan efek visual.

Semua ini bermula di suatu malam di tahun 1981. Seorang pria bernama John J.B Wilson yang lahir pada tanggal 24 Mei 1954 & bekerja sebagai Copywritter di dunia perfileman sedang menonton sebuah pertunjukan film. Dalam pertunjukan tersebut ia menonton 2 film yang berjudul Can't Stop the music & Xanadu. Wilson sangat tidak menikmati kedua film yang ia tonton. Ia merasa ini merupakan pengalaman yang mengerikan bagi dirinya, bahkan ia ingin menghapus memory saat ia td menonton film tersebut di otaknya. Dari kedua film inilah Wilson merasa harus ada orang yang berani memberikan label tersendiri untuk film-film yang sangat jelek untuk ditonton. Ia juga berpikir kalau sudah ada ajang penghargaan untuk film-film terbaik, mengapa sampai sekarang (1980) tidak ada wadah yang bisa digunakan untuk memberikan penghargaan kepada film terburuk?. Pada saat itu ia hanya berfikir sebatas itu saja. 

Sebagai orang yang bekerja di dunia perfileman, Wilson mempunyai tradisi untuk menonton ajang penghargaan dalam dunia insan perfileman yang dinamakan oscar bersama rekan-rekan kerjanya di rumah.  Begitupun pada waktu oscar tahun 1981, ia mengadakan acara kecil-kecilan bersama rekan kerjanya untuk menonton acara oscar. Setelah acara nobar selesai, ia kembali mengingat kejadian saat menonton 2 film yang ia anggap sebagai film yang sangat buruk. Dalam keadaan rumah Wilson yang saat itu sedang ramai oleh rekan kerjanya, Wilson langsung meminta rekan kerjanya untuk mempersiapkan ruang makan untuk dijadikan sebagai ruangan rapat khusus. Setelah semuanya dipersiapkan, ia langsung mengutarakan ke rekan kerjanya untuk mengadakan upacara penghargaan dadakan untuk memberikan penghargaaan film-film terburuk yang pernah ditonton, rekan kerjanya setuju dengan ide wilson & langsung mengikuti arahan yang Wilson utarakan. Dari ajang penghargaan jadi-jadian yang sifatnya hanya untuk lelucon,ternyata benar-benar dipilih dengan serius oleh wilson & rekan rekannya, dengan berbagai pilihan, pemenang pada waktu itu adalah film Can't stop the music sebagai film terburuk sedangkan sutradara terburuk adalah Robert Greenwald untuk film xanadu. Keduannya adalah film yang memberikan pengalaman buruk bagi wilson & semua rekan kerjanya menyepakati bahwa kedua film tersebut adalah film yang layak diberikan penghargaan sebagai film terburuk. 

Wilson sangat puas dengan acara yang sudah dibuatnya, ia merasa apa yang telah ia ciptakan bisa digunakan untuk memberikan wadah dalam memberikan penghargaan untuk film terburuk. Wilson menamakan penghargaan ini dengan nama Razzie Award. Seiring berjalannya waktu, wilson menambah beberapa kategori yang bisa digunakan untuk memberi penghargaan seperti aktor terburuk, aktris terburuk, sutradara terburuk & lain-lain. Acara ini pun berjalan setiap tahun dengan lancar, ditambah lagi, setiap kegiatan tersebut didokumentasikan serta dilaporkan kepada pers untuk publikasi. Level penghargaan ini semakin meningkat saat Media berita CNN pada tahun 1984 meliput secara langsung kegiatan ini. 

Banyak pro & kontra mengenai penghargaan ini, beberapa sineas perfileman juga tidak mengakui dengan adanya penghargaan ini, namun semua itu berubah saat ada salah satu aktor yang akhirnya mau menerima penghargaan. Aktor ini juga bukanlah aktor main-main, ia adalah salah satu pelawak paling terkenal di dunia yaitu Bill Cosby. Setelah ia sukses dengan banyak tampil di acara & serial TV, pada tahun 1987 Cosby mencoba untuk bermain di film layar lebar sekaligus menjadi penulis alur cerita. Ia bermain di film Leonard Part 6. 

Film Leonard Part 6 ternyata menjadi mimpi buruk bagi bill cosby. Banyak hujatan, cemooh, kritikan pedas yang disampaikan oleh kritikus maupun penggemarnya, di IMDB pun skor yang dihasilkan hanya 2,1/10, hal ini menggambarkan bahwa film ini sudah masuk ke level film yang sangat jelek. Dari sisi pendapatan filmnya juga merugi karena hanya mendapatkan keuntungan kotor $ 4 juta padahal biaya untuk pembuatan film ini berjumlah $24 juta. Maka dari itu  The Razzie Award memberikan penghargaan kepada film ini sebagai film terburuk pada tahun 1987. 

Bill Cosby mau mengakui penghargaanya & menerima kenyataan bahwa filmnya sangat buruk, bahkan ia menyarankan ke pengemarnya untuk tidak menonton film yang telah ia buat. Bill Cosby mendapatkan 3 penghargaan dari Razzie Award yaitu Worst Picture, Worst Actor, Worst Screenplay. Moment ini juga menjadi moment sejarah karena dari Bill Cosby menerima piala Razzie Award yang paling "mahal"dibandingkan yang lainnya. Ia menerima pialanya di acara TV The Late Show yang disiarkan Fox Network, untuk mengabadikan moment ini, Fox membuat piala khusus untuk cosby dari emas 24 karat & marmer italy dengan harga senilai $30rb, sedangkan piala yang biasa diberikan oleh Razzie award adalah piala berbentuk rasbery kecil dengan harga $4 saja. Acara ini juga biasa disebut Golden Rasberry Award karena bentuk pialanya seperti rasberry dengan warna emas. 

Selain itu banyak aktor-aktor besar yang pernah masuk dalam kategori penghargaan Razzie Award seperti Eddy Murphie, Tom Hanks, Jared Letto, Sylvester Stallone, Robert Downey Jr, Anne Hathaway dll. Penghargaan ini sepertinya juga memiliki pengaruh bagi aktor yang meraihnya, dalam suatu wawancara Eddie murphie pernah ditanya mengapa dalam 10 tahun ini sudah jarang lagi bermain film?, ia menjawab "mereka memberi gelar ke saya Razzie Award". 

Sampai sekarang penghargaan ini masih bertahan & berjalan beriringan dengan academy oscar. Sistem penjuriannya didasarkan pada anggota berbayar di situs Resmi Golden Rasberry Award & semua oranga bisa mendaftar di web www.razzies.com. Pada tahun 2009 secara penilaian juga ditentukan oleh para wartawan, Penilaian di Rotten Tomatoes & Kritikus film yang berasal dari 45 Negara bagian di Amerika Serikat. 

Berikut daftar pemenang Razzie Award tahun 2023 : 

Worst Picture : Blonde

Worst Actor : Jared Leto "Morbius"

Razzie Redeemer Award : Colin Farrel "The Banshess of Inisherin" 

Worst Supporting Actor : Tom Hank "Elvis"

Worst Supporting Actress : Adria Arjona "morbius"

Worst remake/rip off sequel : Disney Pinocchio

Worst Director : Machine Gun Kelly (Colson Baker) & Mod Sun "Good Morning"

Worst Screenplay : Andrew Dominik "Blonde"   

Demikian cerita dari Golden Rasberry Award & pemenangnya

Semoga bermanfaat 

Thanks 

Membintangi film blockbuster /hollywood adalah suatu pencapaian tersendiri bagi orang yang bekerja sebagai aktor. Bila sudah masuk ke dalam level tersebut, maka  hampir dipastikan banyak project film besar yang akan membanjiri sang aktor. Akan tetapi bagaimana bila sang aktor sudah diberi kesempatan bermain di film besar & filmnya gagal?. Apakah benar hanya dari satu film gagal saja dapat menghancurkan karir sang aktor?

Dalam konten ini, pertanyaan tersebut mungkin bisa sedikit terjawab. Berikut 3 contoh film yang menghancurkan karir seorang aktor. 


1. Jake Llod/Star Wars Episode I (1999)

Kalian masih ingat dengan film Star Wars I? dalam film ini menceritakan tentang Anakin Skywalker yang masih kecil & nantinya akan menjadi salah satu karakter yang sangat vital. Di film ini anakin kecil dibintangi oleh Jake Llod. 

Waralaba Star Wars sendiri merupakan sebuah waralaba legend yang bertahan sampai sekarang. Sudah banyak film/serial yang dirilis dalam dunia star wars. Tentunya dengan waralaba yang sangat besar ini, pastinya akan ada jutaan fans di seluruh dunia yang setia untuk menonton filmnya. Setiap film star wars tayang, filmnya akan menjadi sebuah magnet tersendiri bagi kritikus & fans untuk mencurahkan kepuasan/kekecewaan setelah menonton. 

Star Wars I adalah project film besar dari sebuah film yang pernah sangat sukses & menjadi budaya pop culture pada tahun 1970-1980. Film ini adalah prekuel atau menjadi background story dari cerita sebenarnya yang sudah rilis di trilogy film star wars IV-VI. Dengan kesuksesan yang sangat tinggi di film sebelumnya, tentunya semua orang akan berharap film ini bisa melampaui atau menimal sama dengan kualitas film sebelumnya. Film ini juga merupakan film prequel pertama yang selanjutanya akan diikuti film-film lain untuk membuat film sejenis. Namun sayangnya dengan harapan yang sangat tinggi dari film ini, ternyata presentasi dari filmnya tidak sesuai dengan harapan dari kritikus maupun fans besarnya.    

Dari segi pendapatan, sebenarnya Film Star Wars I sukses besar dengan menghasilkan pendapatan kotor senilai $1027 juta. Namun sayangnya dengan kesuksesan secara finansial, tidak serta merta berhasil mendapat pujian baik dari kritikus & fans setianya. Salah satu orang yang mendapat hujatan & penilain buruk adalah Jake Llyod yang berperan sebagai anakin skywalker. 

Jake Llyod tidak bisa memenuhi harapan tentang karakter anakin yang diinginkan oleh fans, padahal untuk mendapatkan peran ini, ia harus mengalahkan sebanyak 3000 aktor cilik yang waktu itu ikut dalam casting peran ini. Tidak hanya itu, Jake Llod sampai di bully disekolahnya setelah memerankan peran tersebut, dalam sebuah wawancara pada tahun 2012 ia pernah mengatakan "rasanya seperti di neraka, anak-anak lain sangat jahat kepada saya. Mereka selalu membuat suara-suara seperti lightsaber saat saya ada di dekat mereka. Sungguh gila". 

Selang beberapa waktu setelah filmnya tayang, sudah tidak ada lagi studio atau produser yang menawarkan Jake Lloyd untuk berperan di film besar. Film terakhirnya adalah film berjudul Madison yang dirilis pada tahun 2001. Di film tersebut, ia berperan sebagai karakter bernama Mike McCormick, Sayangnya film Madison juga tidak bisa mendongkrak namanya kembali & mengalami kerugian, dengan biaya pembuatan sebesar $13,5 juta film ini hanya mendapatkan keuntungan kotor $517 ribu atau rugi sebesar $12,9 juta. Pada tahun 2015 Jake Llyod pernah masuk penjara karena mengemudi dengan kecepatan 160 km/jam & tidak memiliki sim, ia juga pernah mengidap penyakit gangguan kejiawaan & masuk ke rumah sakit jiwa selama beberapa hari.


2. Sean Connery / The League of Extraordinary Gentlemen (2003)

Sean Connery adalah aktor terkenal pada masanya & sukses membintangi 7 film James bond dari tahun 60-80an. Karir beliau dimulai dari tahun 1954 ketika ia memerankan tokoh bernama Joe Brasted di serial TV berjudul Dixon Of Dock Green. Semenjak itu beliau terus bermain di berbagai film besar seperti di film Murder On The Orient Express (1974), The Untouchables (1987), Indiana Jones and the Last Crusade (1989) & masih banyak lagi. Namun di penghujung karirnya film The League Of Extraordinary Gentlemen menjadi film terakhir yang ia mainkan. Film ini menjadi film dengan pendapatan yang paling rendah & banyak dihujat kritikus sehingga hanya memilik rating 17 di Rotten &  5,8 di IMDB. Film ini seakan-akan menodai pencapaian film-film Sean yang sebelumnya sukses baik secara pendapatan maupun review kritikus. Sean pernah menyatakan menyesal membintangi film ini & akhirnya memutuskan untuk pensiun setelah 3 tahun film ini dirilis. 

Untuk mendatangkan Sean Connery perusahaan 20 Century Fox harus merogoh kocek yang sangat besar sebanyak $17 juta atau setara dengan 246 milyar agar Sean Connery mau bermain di film ini. Dengan biaya yang sudah terlalu besar untuk mendatangkan Sean, pihak studio akhirnya mau tidak mau harus memangkas banyak biaya untuk mendatangkan pemain lain. Setelah usaha yang dilakukan pihak studio untuk memangkas biaya, ternyata total biaya yang harus dikeluarkan masih cukup besar yaitu $78 juta atau 1,1 Triliun.  Disamping itu Sean memiliki hubungan yang kurang harmonis dengan sutradara film ini yaitu Stephen Norrington. Banyaknya perselisihan paham dengan sutradara & hubungan antar pemain juga menjadi salah satu faktor yang membuat potensi aktor dalam berakting dalam film ini menjadi tidak maksimal.

Efek yang lebih besar dari permasalahan di atas, ternyata mempengaruhi hasil kualitas film ini & menjadikan film ini menjadi film superhero yang buruk & langsung terlupakan. Kita seakan lupa bahwa di tahun 2003 pernah ada film superhero yang dibintangi oleh aktor senior Sean Conery. Kualitas film ini masih kalah dengan film superhero yang dirilis pada tahun yang sama seperti "Daredevil"/"Hulk".    

Sean Connery memang membuktikan perkatannya untuk pensiun. Beliau hanya berperan menjadi pengisi suara di film & game dengan jeda waktu yang lama. Karya beliau terakhir adalah menjadi pengisi suara di film animasi berjudul Sir Billy tahun 2012. Sean Connery menghembuskan nafas terakhirnya pada tanggal 30 November 2022 pada saat beliau tidur karena gagal jantung. Gagal jantung yang dialami olehnya disebabkan karena penyakit yang dideritanya saat lanjut usia yaitu penyakit Pneumonia.  


3. Elizabeth Berkley / Showgirls (1995)

Aktris ini adalah orang yang membintangi salah satu komedi situasi/sitkom terbaik pada era 80-90an berjudul Saved by The Bell & sukses menjadi bintang remaja pada waktu itu. Hampir semua orang di benua eropa & amerika menjadi fans Elizabeth, banyak orang yang mengira bahwa ia akan menjadi artis terkenal & mampu bersaing dengan artis-artis holywood yang sudah terkenal lebih dulu seperti Demi Moore, Jeniver Aniston, Claire Danes, Alicia Silvertone, Camaron Diaz, Nicole Kidman, dll. Berkat perannya di serial tersebut, Elizabeth mulai dilirik & ditawari untuk mendaki ke karir ke jenjang yang lebih tinggi yaitu bermain di sebuah film Hollywood.  

Atas kesuksesanya sebagai bintang remaja, ternyata Elizabeth merasa ada sebuah beban menganjal & melekat di dirinya, Elizabeth dicap sebagai aktris "remaja", atau bisa dikatakan Elizabeth hanya cocok berperan sebagai cewek remaja saja. Untuk itu, pada tahun 1995 ia menerima tawaran untuk  bermain di film bertema dewasa berjudul Showgirls. Elizabeth menerima tawaran tersebut karena ia yakin film ini akan sukses &  mampu mengubah persepsi orang terhadapnya. Disamping itu, hal yang menambah keyakinan Elizabeth adalah, Film ini diproduseri oleh Paul Verhoeven yaitu seorang produser yang sudah sukses menciptakan film dari berbagai genre. Beberapa filmnya yang sukses adalah Robocop (1987), Total Recall (1990), & Basic Insting (1992). Nah film Showgirls ini sebenarnya merupakan proyek besar lanjutan setelah ia mengguncang dunia perfileman dengan film berjudul Basic Insting. Basic Insting merupakan film bertema  mysteri, thriller, yang dipadukan dengan unsur seksual yang berani & vulgar. Pada tahun 90an sangat jarang film dengan tema tersebut yang mengalami kesuksesan. Paul Verhoeven ingin membuat film bertema sejenis untuk mengulangi kesuksesannya seperti film Basic Insting. Maka dari itu dibuatlah film Showgirls yang secara teori mampu mengambarkan bahwa film ini akan sukses dibawah naungan Paul Verhoven & artis Elizabeth Berkley. Dengan persiapan yang matang & menggunakan anggaran yang besar yaitu $45 juta, ternyata film ini malah flop dipasaran bahkan merugi dengan hanya meraih pendapatan kotor hanya $20 juta. Tidak sampai disitu saja, banyak kritikus menilai jika film ini masuk kedalam jajaran kelas B movie yang kualitasnya jauh dibawah standar film Hollywood. Film ini juga meraih 13 nominasi penghargaan dari Razzie Award. Bagi yang belum mengetahui, Razzie Award adalah suatu penghargaan yang ditujukan untuk film-film terburuk/terjelek yang pernah dibuat berdasarkan tahun pembuatan. Setelah memerankan film ini akhirnya karir Elizabeth meredup & hanya berkutat di dunia TV Series saja, ia sempat juga bermain di film layar lebar, namun tetap tidak bisa mengangkat namanya.   

Sekian konten kali ini, Semoga bermanfaat 

Thanks 

Anak zaman now atau bisa dibilang Generasi Milenial mungkin tidak akan merasakan bagaimana orang zaman dulu atau minimal ortu kalian berjuang hanya untuk sekedar nonton film.  mulai dari harus beli playernya yang mahal, beli kaset/rental kaset, sampai kadang-kadang pas asik lagi nonton, kasetnya macet ditengah jalan & bikin super bete, penyebaran lokasi bioskop juga tidak sebanyak sekarang ini, zaman dulu hanya kota-kota besar saja yang mempunyai bioskop. Berbeda dengan zaman dulu, kini menonton film sudah ada di genggaman kita, dari HP kita bisa nonton film sepuasnya, seakan-akan sudah tidak ada batasan waktu & ruang bila kita ingin menonton film.  Di konten ini saya ingin share tentang pengetahuan player video & kasetnya yang mulai digunakan dari tahun 1970an sampai saat ini. 
Berikut sejarah perkembangan video player/pemutar film mulai tahun 1970an

1. Betamax (1975-1980an)






Betamax adalah sebuah media penyimpanan film dalam bentuk kaset yang paling populer di tahun 70an, bentuknya sendiri bisa kalian liat pada ilustrasi yang ada di gambar. Format ini dibuat oleh perusahaan Sony pada tanggal 10 Mei 1975. Mungkin inilah nenek moyang dari kaset penyimpanan video player yang nantinya akan berubah di tahun berikut-berikutnya menjadi lebih kecil dengan kapasitas yang lebih besar. 

2. VHS (1980-1990) 




VHS adalah singkatan dari Video Home System, sebuah media penyimpanan film dalam bentuk kaset yang dikembangkan oleh Victory Company Of Japan (JVC) pada tahun 1970an. Sebenarnya pada tahun 70an video dengan format ini sudah beredar, namun vhs belum populer atau terkenal seperti betamax. Barulah di tahun akhir tahun 1970an perang terbuka terjadi antara Betamax & VHS, hasil dari pertarungan ini dimenangkan oleh VHS yang menjadikanya media paling populer pada tahun 1980an.

3. Laserdisc (1990-1995)





Diantara Betamax & VHS, ada satu lagi format media player yang bersaing yaitu laser disc. Laser disc pertama kali ditemukan oleh David Paul Green & Jamess Russell pada tahun 1958 & dipatenkan penemuannya pada tahun 1961, sedangkan film yang pertama kali dirilis menggunakan format ini adalah film THE JAWS (1978). Pada tahun 1970-1980an Laser Disc memang tidak sepopuler betamax & VHS hal ini dikarenakan harga yang ditawarkan memang lebih mahal dibandingkan kompetitor lainnya, yang berbeda adalah laser disc memiliki kualitas lebih unggul karena bisa menampilkan gambar & suara yang lebih baik. VSH hanya mampu menghasilkan resolusi 240 TVL (Televisi Lines) sedangkan Laser Disc mampu menghasilkan resolusi 425-440 THL, semakin tinggi nilainya semakin bagus kualitasnya. Laserdisc banyak digunakan & populer di indonesia pada tahun 90an, berkat kepopuleran laser disc, hal ini membuka peluang bisnis baru yaitu tempat penyewaan Laser Disc. Memiliki laser disc pada tahun tersebut adalah salah satu simbol untuk mengatakan bahwa "keluarga kita adalah keluarga yang mapan". Saya sendiri bila ingin nonton menggunakan media ini biasanya nebeng ketempat teman/saudara. 

4. VCD (1995-2003)





VCD (Video Compact Disc) adalah media penyimpanan video dengan bentuk seperti laserdisc namun lebih kecil ukurannya. VCD merupakan pengembangan dari teknologi yang sebelumnya sudah diciptakan yaitu CD (Compact Disc). CD itu sendiri pertama kali dipasarkan ke publik pada tahun 1982. fungsi cd adalah sebagai media untuk peyimpanan music saja karena keterbatasan kapasitas penyimpanan digital pada waktu itu, Nah VCD adalah pengembangan CD dengan teknologi  kapasitas lebih besar sehingga bisa muat diisi oleh video digital. Seiring dengan perkembangan teknologi Pada tahun 90an, Teknologi komputer juga sedang berkembang. Hal ini membuat VCD tidak hanya bisa dibaca melalui media playernya, melainkan juga bisa dibaca oleh komputer. Efek dari teknologi tersebut sayangnya dimanfaatkan oleh orang yang ingin mecari keuntungan untuk mengopy/membajak film dengan menggunakan komputer. Di tahun 90anlah mulai ramai vcd-vcd bajakan yang beredar di Indonesia, bahkan mungkin jumlah VCD original bila dibandingkan dengan VCD bajakan, akan lebih laku & lebih banyak beredar VCD bajakan di masyarakat.

5. DVD (2000an)




DVD atau biasa disebut dengan Digital Video Disc merupakan teknologi media penyimpanan film dengan bentuk yang sama seperti VCD namun memiliki kualitas & kapasitas yang lebih baik. Sebenarnya pengembangan teknologi DVD ini beriringan juga dengan VCD, akan tetapi VCD dikenal lebih dulu oleh publik dibandingkan DVD. DVD pertama kali dipasarkan oleh perusahan elektronik Philips, Sony, Toshiba & Panasonic pada tahun 1995. Butuh waktu lama atau sekitar 8 tahun untuk membuat DVD mengalahkan dominasi vcd sebagai media player. Pada tahun 2003 DVD sudah menjadi media player paling banyak beredar di Indonesia, sampai saat ini (2023) DVD juga tidak luput sebagai media pembajakan. Kita masih bisa melihat di pinggiran jalan penjual dvd film bajakan yang berisi lebih dari satu film.

6. Blu-ray Disc (200an)



Blu-ray disc adalah pegembangan teknologi dari DVD & menjadi format media penyimpanan dalam bentuk fisik terakhir yang digunakan untuk media player. Awalnya pada tahun 2006 perusahaan Toshiba merilis DVD dengan label High Definiton DVD (HD DVD) pada tahun 2006 yang mampu menampilkan kualitas video dengan resolusi 720p, beberapa film yang pertama rilis dalam format ini adalah The Last Samurai, Milion Dollar Baby & The Phantom Of Opera. Beberapa waktu kemudian, perusahaan-perusahan besar antara lain Sony juga mengembangkan teknologi ini & berhasil membuat versi yang lebih baik dari HD DVD bernama Blu-Ray dengan kemampuan menampilkan kualitas video dengan resolusi 1080p, bahkan agar semakin dikenal oleh masyarakat, Sony juga merilis console game PS 3 yang menggunakan Blu-ray sebagai media penyimpanan gamenya serta bisa digunakan untuk menonton film. Blu-ray juga memiliki teknologi anti pembajakan sehingga para pembajak hanya bisa membajak dengan media DVD saja. Dengan teknologi yang terdepan dalam menyajikan kualitas film, sayangnya walau sempet populer di pasaran akhirnya Blu-ray gagal bertahan karena beberapa alasan seperti harga blu-ray sangat mahal 1 keping blu-ray bisa mencapai harga setengah juta sedangkan playernya juga tidak mau kalah dengan harga blu-ray nya, Blu-ray player dijual seharga 1 jutaan lebih. Masyarakat lebih menerima DVD sebagai media player dibandingkan dengan Blu-ray dengan alasan seperti diatas, ditambah lagi pada waktu itu layanan internet mulai berjalan & memungkinkan kita untuk menonton film tanpa membutuhkan media player seperti DVD & Blu-ray. 

7. Streaming (2010-)



Yang terakhir adalah streaming movie yaitu media yang hanya membutuhkan internet saja agar kita bisa menonton film tanpa harus membeli media player yang harganya ratusan sampai jutaan. Streaming ini mungkin menjadi faktor utama yang membuat media player sudah tidak laku dipasaran, dengan internet di HP, TV, Komputer, Smart tv kita tinggal duduk manis & memilih film yang akan kita tonton. Keunggulan lain dari streaming adalah kita bisa menonton film dengan kualitas setara blu ray yang harganya mencapai ratusan ribu. Streaming muai populer pada tahun 2010an saat perusahaan penyewaan DVD secara online bernama Netflix mulai mengubah model bisnisnya dari sewa DVD menjadi layanan website di internet yang memiliki fitur untuk nonton film. Masyarakat sangat menerima layanan ini karena dengan berlangganan murah secara bulanan sudah bisa menonton ratusan/ribuan film yang ada di librarynya. Sejak 10 tahun netflix berdiri & sukses, membuat perusahaan lain ingin mengikuti jejak Netflix untuk membuat layanan streaming yang sama. Kini kita dimanjakan untuk memilih berbagai layanan streaming yang ada seperti Video, Disney+,Amazon prime, apple tv & lain-lain. Diluar itu juga beredar streaming ilegal yang bisa kita gunakan secara gratis untuk menonton film.


Sekian, semoga bermanfaat & menambah pengetahuan. 
















John Wick adalah salah satu tokoh dalam film yang bekerja sebagai pebunuh bayaran & cukup laku dipasaran, hal ini terbukti dengan dibuatnya waralaba tokoh ini. Sampai dengan saat ini sudah ada 3 film yang dirilis serta dalam waktu dekat ini yaitu akhir bulan maret 2023 akan dirilis film john wick yang ke 4. Film ini memang pantas sukses di pasaran karena menyuguhkan film aksi dengan alur cerita yang mudah dimengerti & porsi aksi yang dapat memuaskan penontonnya. Saya sendiri sudah menonton ketiga filmnya & sangat menantikan film keempatnya. Ternyata banyak fakta menarik dari tokoh ini yang mungkin belum banyak yang diketahui. 
Berikut 5 fakta menarik tokoh John Wick. 

1. Terinspirasi dari kisah nyata
Di film John Wick pertama ternyata terinspirasi dari kisah pensiunan laut bernama Marcus Luttrell. Marcus adalah satu-satunya orang yang selamat dari Misi Operation Red Wings, setelah menyelesaikan misinya, ia mengalami kondisi PTSD (gangguan kecemasan pasca perang). Untuk mengatasi kondisinya ini, Marcus memelihara seekor anjing & anjing peliharaanya berhasil menyembuhkan kondisi marcus. Pada suatu hari anjingnya dibunuh oleh 2 pencuri yang mencuri dirumahnya. Atas kejahatanya itu, Marcus langsung memburu pencurinya untuk menuntut balas dendam. 

2. Mantan tentara amerika 
Fakta ini terungkap oleh salah satu tato di punggungnya yaitu "Fortis Fortuna Adiuva" yang artinya "keberuntungan di berpihak pada yang berani". Slogan ini adalah salah satu slogan yang digunakan tentara amerika. Selain itu di film pertamanya, senjata andalan yang ia gunakan adalah senjata laras panjang M16 yang biasa digunakan tentara Amerika, dalam membidik pun ia lebih cenderung membidik bagian dada & kepala. 

3. Menguasai ilmu 6 ilmu beladiri
Dalam petualanganya di film 1-3 John Wick selalu bertemu dengan musuh-musuh dari berbagai negara dengan kemampuan bela diri yang mumpuni, ia juga pernah bertarung dengan pesilat dari Indonesia yaitu Arif Rahman & Yayan Ruhiya, beruntungnya ia pasti selalu menang melawan jago silat yang ia pernah temui. Dibalik keberuntunganya itu, ternyata bukan merupakan sebuah keberuntungan biasa, melainkan ia sebenarnya menguasai enam beladiri yaitu Brazilian Jiu-Jitsu, Judo, Jujutsu, Aikido dari Jepang, Sambo dari Rusia & Krav Maga

4. Kota Kelahiran & nama asli John Wick 
Sebenarnya nama John Wick adalah nama kedua yang ia ganti setelah memutuskan bergabung dengan Militer Amerika. Nama aslinya adalah Jardani Jovonovich yang ia pakai sejak lahir di Republik Belarus Uni Soviet tahun 1964. Hal ini terungkap dalam film John Wick ke 3 saat ia bertemu dengan pemimpin kelompok kriminal ruska roma di New York yaitu The Director, dalam scene tersebut, sang Director memanggil john wick dengan nama Jardani Jovonovich. 

5. Mengenal Musuh John Wick di Film ke 4
Dalam petualangannya di film keempat, musuh utama John Wick adalah High Table. High table adalah sebuah organisasi kriminal yang begitu dihormati & memiliki aturan serta struktur organisasi yang rapi. Sebelumnya, John Wick adalah anggota dari High Table, sampai ada kejadian pengkhianatan yang dilakukan oleh petinggi high table yang membuat John Wick diburu pembunuh bayaran di seluruh dunia. High Table sendiri memiliki pemimpin yang dijuluki The Elder yang tinggal di gurun pasir. Walaupun dipimpin oleh The Elder, terdapat 12 penguasa keluarga High Table dengan posisi sebagai High Council. Beberapa high council yang sudah diketahui adalah Mafia Rusia, Cosa Nostra, Yakuza, Triad, Ndrangheta & Bratva. Selain itu High Table memiliki pasukan eksekutor yang memiliki wewenang untuk menghabisi siapapun yang melanggar aturan High Table. 

Demikian 5 fakta menarik tokoh John Wick. 
Terima Kasih  
 
  
  

Film dengan genre horror adalah salah satu genre film yang laris di pasaran, bahkan di Indonesia sendiri genre tersebut menjadi genre yang paling sering dibuat serta menjadi genre dengan penonton terbanyak sampai saat ini (2023). Kesuksesan genre ini ternyata tidak hanya berlaku di Indonesia, di Hollywood pun genre ini menjadi salah satu genre yang banyak diminati selain genre Superhero yang sedang trend pada masa sekarang ini. Dalam list kali ini, kami mengumpulkan 5 film horror dengan budget kecil yang mendapatkan keuntungan fantastis. 

Berikut 5 Film horor dengan pendapatan fantastis

1. Sixth Sense (1999)



Film ini mungkin adalah satu-satunya film horror yang diperankan oleh Bruce Wills. Bercerita mengenai sepenggal kehidupan seorang psikolog anak bernama Malcom Crowe. Di usia pernikahan yang sudah lama, Malcom sedang mengalami masalah serius dalam rumah tangganya, Istrinya yang bernama Anna merasa bila Malcom sudah tidak ada waktu lagi dengannya, Malcom hanya sibuk dengan urusan pekerjaaanya. Berawal dari masalah tersebut, Anna menjadi jarang berkomunikasi & bersikap dingin. Malcom juga terusik dengan kehadiran rekan kerja Anna yang memiliki hubungan dekat dengan istrinya. Pada suatu hari Malcom mendapatkan pasien baru bernama Cole yang masih berumur 9 Tahun. Cole merasa bahwa ia bisa melihat hantu. Berdasarkan informasi dari Ibu cole, Cole adalah anak yang tidak punya kemampuan dalam bersosialisasi dengan orang lain, Anaknya lebih sering menjadi anak pendiam daripada bermain dengan temannya. Ibunya semakin khawatir dengan anaknya saat ia melihat ada luka di tubuh Cole. Mengetahui fakta tersebut, Malcom langsung melakukan komunikasi & analisis terhadap cole, ia menyimpulkan bahwa cole mengalami delusi. Ternyata setelah Malcom lebih memperdalam lagi untuk melihat kondisi cole, delusi yang cole alami adalah delusi yang belum pernah malcom temukan di anak lain. Cole memang dapat melihat hantu secara langsung. Hal ini terbuki saat cole ingin membuktikan apa yang ia alami. Pada suatu malam, cole terbangun & melihat hantu berwujud anak-anak yang mengeluarkan muntahan dari mulutnya. Setelah cole mengetahui identitas hantu tersebut & bernama Kyra, ia mengajak malcom untuk menghadiri pemakamannya. Setelah pemakaman selesai, cole memberikan videotape kepada ayah Kyra.Di videotape terekam bila ibu Kyra meracuni anaknya dengan memasukkan cairan pembersih lantai ke makanannya. Dengan tindakannya tersebut cole bisa membuktikan bahwa apa yang ia lihat adalah hantu di dunia nyata & mungkin kemampuan cole ini diberikan untuk mengatasi masalah yang belum terselesaikan oleh hantu yang ia lihat. Apakah Malcom menjadi percaya kalau cole benar-benar melihat hantu? Bagaimana malcom bisa menyembuhkan Cole? semua jawabannya bisa kalian lihat di filmnya. Film ini memerlukan biaya $40 juta dengan pendapatan kotor yang fantastis sebanyak $672 juta.

2. The Exorcist (1973) 



Film ini dimulai dengan kisah seorang pendeta yang berkerja juga sebagai arkeolog bernama Father Merrin. Ia sedang melakukan proyek penggalian artefak di negara Irak. Hasil dari penggaliannya tersebut, Father Merrin menemukan sebuah penemuan yang berkaitan dengan sosok iblis bernama Pazuzu. Cerita beralih ke salah satu negara Amerika yaitu Washington, di kota tersebut ada sebuah Ibu bernama Ellen yang menyadari perubahan tingkah laku anaknya yang bernama Regan. Regan yang sebelumnya adalah seorang anak dengan tingkah laku yang baik, ceria & tidak pernah ada masalah dengan teman-temannya, kini menjadi pribadi yang suka berkata-kata dengan umpatan yang kotor & menunjukkn gajala gangguan fisik yang aneh. Ellen tidak tinggal diam dengan kondisi regan, ia mencoba membawa regan ke dokter agar regan bisa sembuh. Usaha yang dilakukan Ellen ternyata tidak membuahkan hasil apa-apa. Regan didiagnosis tidak punya penyakit apapun & merupakan anak yang sehat secara fisik. Ellen tidak menyerah walaupun usaha pertamanya tidak berhasil, ia kemudan meminta bantuan Pendeta bernama Damien Karras yang juga bekerja sebagai psikiater. Damien menduga bahwa Regan sedang dirasuki oleh iblis yang bersemayam di tubuhnya, ada kemungkinan ibls yang merasukinya adalah iblis bernama Pazuzu yang sebelumnya pernah ditemukan oleh Father Merrin. Dari sini dimulailah ritual pengusiran roh jahat atau biasa disebut dengan Exorcist. 

Film ini bisa disebut menjadi salah satu film horror terbaik sepanjang massa & banyak mendapatkan penghargaan. Berdasarkan situs IMDB, film ini memenangkan 2 Piala oscar & 16 penghargaan dari ajang yang berbeda. Rating yang diberikan juga sangat tinggi yaitu 8.0, bahkan masuk dalam top rated movie nomor 226, yang mungkin banyak orang belum ketahui adalah budget untuk pembuatan film ini hanya sebesar $11 juta & pendapatan kotor yang didapat dari film ini adalah $441 Juta.  

3. Gremlins (1984) 



Film ini saya ketahui setelah saya meriset data mengenai film horror dengan pendapatan fantastis, ternyata ada juga film horror yang menurut saya tidak terkenal seperti film horror lainnya namun mencapai pendapatan milyaran dengan budget yang rendah. Fakta lainnya adalah Film ini merupakan hasil kreasi sineas yang sudah terkenal dengan film Home Alone yaitu Chris Colombus & Diproduseri oleh sineas legend Steven Spielberg. Film ini diawali dengan  seorang ayah bernama Randall Pelitzer yang sedang berada di Chinatown, secara tidak sengaja, ia melihat hewan yang menurutnya menarik. Hewan ini bernama Mogwai, Pelitzer ingin membeli hewan ini untuk diberikan kepada anaknya sebagai hadiah natal. Penjual hewan ini meminta syarat aturan yang harus dipenuhi randall bila ingin membeli hewan ini yaitu hindari sinar, jangan terkena air, serta jangan memberi makan tengah malam. Sesampainya dirumah, Randall langsung memberikan hewan ini kepada anaknya yang bernama Billy. Billy senang dengan hadiah dari ayahnya & memberi nama Gizmo. Sayangnya beberapa aturan yang harusnya dipenuhi dilanggar juga oleh anaknya, ada beberapa insiden yang menyebabkan gizmo terkena sinar & siraman air. Efek dari insiden tersebut adalah gizmo mengkloningkan dirinya menjadi berlipat ganda. Curiga dengan kloningan Gizmo yang lain, Billy membawa salah satu kloninganya kepada gurunya untuk diteliti. Sampai pada akhirnya teror yang sesungguhnya terjadi di malam hari & Billy harus berusaha untuk mencegah kekacauan besar yang bisa terjadi serta berpetualang untuk mencari cara agar masalah ini dapat terselesaikan. Film ini memakan anggaran budget $ 11 juta & mendapatkan pendapatan kotor $153 juta.   

4. Insidious (2010) 



Film ini adalah salah satu film horror yang paling memorable yang pernah saya tonton. Film ini adalah hasil karya dari James Wan yang sudah berhasil membuat salah satu film gore paling laris yaitu Saw (2004) & diproduseri oleh Oren Peli dalang dibalik kesuksesan film Paranormal Activity (2007), maka dari itu kita seharusnya tidak perlu kaget dengan kualitas film ini yang memiliki kualitas top notch. Film ini bercerita tentang pasangan renai & josh lambert yang pindah ke rumah baru bersama ketiga anak mereka yaitu dalton, foster & cali. Pada suata malam, Dalton terjatuh dari tangga saat berada di loteng, keanehan terjadi pada keesokan harinya, dalton dinyatakan koma tanpa sebab yang jelas. Setelah 3 bulan berlalu, keadaan Dalton belum membaik & masih koma, sedangkan keluarga ini menjadi sering diganggu oleh sosok hantu yang ada di rumah barunya. Pasangan ini memutuskan untuk pindah rumah, namun setelah pindah rumah, ternyata tidak menyelesaikan masalah. Keluarga ini masih diteror, khawatir dengan kondisi keluarga ini, Ibu dari Josh berinisiatif mengundang Elise Rainier untuk menginvestigasi apa yang dialami oleh keluarga anaknya. Elise menduga apa yang dialami keluarga ini adalah efek dari Dalton yang melakukan astral projection & sekarang jiwanya tersesat di dunia lain. Dengan raga yang kosong dari tubuh Dalton, mengakibatkan hantu-hantu datang dengan tujuan ingin menguasai tubuh dalton. Masalah menjadi semakin rumit karena bila jiwa dalton tidak segera ditemukan tubuh dalton akan lebih mudah dikuasai oleh hantu yang masuk ke tubuh dalton. Kini Elise & Josh harus berusaha sekuat mungkin untuk mengembalikan jiwa dalton yang sedang tersesat.  Film ini membutuhkan budget hanya $1,5 juta & mendapatkan penghasilan kotor $100 juta. Berkat kesuksesan film ini, maka dibuatlah sekual sampai 4 film sampai tahun 2017 dengan judul Insidious : The Last Key, tidak hanya itu, pada tahun 2022 lalu, sekuel insidious yang ke 5 sudah selesai syuting & dikabarkan akan tayang di pertengahan tahun 2023. 

5. Conjuring (2013) 



3 Tahun setelah Insidious dirilis, James Wan kembali membuat film bertema horror dengan judul The Conjuring & hasilnya sukses besar, bahkan dari kesuksesannya tersebut film ini sampai dibuatkan dunianya sendiri dalam The Conjuring Universe. Ditahun 1971 ada sebuah pasangan bernama Roger & Carolyn Perron yang baru membeli rumah di Kota Harrisville. Dirumah barunya, keluarga ini tinggal bersama dengan keempat anaknya yaitu Andrea, Nancy, Christine & April. Awal kehidupan mereka di rumah barunya terasa baik-baik saja, Hingga pada suatu hari, Andrea anak pertama dari pasangan ini mencium bau aneh di kamar & carolyn menemukan jam di rumahnya berhenti di jam 3.17. Tidak lama setelah itu juga muncul kejadian aneh saat anjing peliharaan keluarga ini mati & Carolyn yang mendapati luka memar tanpa alasan yang jelas. Berbagai gangguan semakin banyak dialami keluarga ini. Dengan gangguan yang semakin banyak, Carolyn merasa sudah tidak kuat lagi menghadapi ganguan  ini. Pada suatu hari Carolyn pergi ke pusat kota untuk bertemu dengan Ed & Loraine Warren yang sedang memberikan seminar tentang supernatural. Carolyn merasa apa yang disampaikan Ed & Warren hampir sama dengan apa yang ia rasakan dirumah. Carolyn mencoba memberanikan diri untuk berbicara kepada Ed & Loraine agar setidaknya mereka bisa mampir & melihat apa yang terjadi di rumahnya. Ed & Loraine pun setuju dengan permintaan Carolyn & menggangap apa yang dialami oleh keluarga ini merupakan kejadian yang bisa dijelaskan, namun ketika Ed & Warren sudah masuk kedalam rumah Carolyn, ternyata ada masalah yang sangat besar yang berkaitan dengan hantu & kutukan yang mengancam keselamatan keluarga ini. Akhirnya Ed & Warren memutuskan untuk membantu keluarga ini. Film ini membutuhkan anggaran $20 juta & mendapatkan penghasilan kotor $320 juta. 


Sekian konten kali ini, sebenarnya masih banyak film horror yang mendapatkan keuntungan fantastis yang tidak disebutkan dalam konten ini. 


Terima kasih


Semoga bermanfaat